mikroskop
mikroskop elektron transmisi
Andrea Sella, profesor kimia inorganik dari University College London mengungkapkan bahwa
sebelumnya peneliti harus memakai teknik mikroskop elektron transmisi (TEM) atau kristalografi sinar-X guna meneliti struktur yang sangat kecil ,Kristalografi sinar-X menembakkan sinar X melalui obyek guna menghasilkan pola struktur molekul hanya bisa dipakai jika biomolekul membentuk struktur yang diminta,kadangkala merusak obyek ,elektronnya membakar biomolekul yang sedang diamati, vakum mengakibatkan biomolekul kering dan runtuh,
kristalografi sinar-X untuk mengamati molekul yang bergerak
Nobel Kimia 2017 diberikan kepada Richard Henderson dari Universitas Cambridge ,Jacques Dubochet dari Universitas Lausanne dan Joachim Frank dari Universitas Columbia,
yang menciptakan mikroskop krio-elektron (cryo-EM),
dengan mikroskop krio-elektron, peneliti mampu meneliti struktur molekul biologi biomolekul dalam resolusi atom, sehingga peneliti dapat mempelajari cara antibodi melawan virus,
teknik cryo-EM mengakibatkan molekul dari sel dapat dilihat secara langsung,
sehingga mengetahui bagaimana DNA disalin menjadi RNA, molekul beruntai tunggal,
peneliti dapat mengombinasikan mikroskop krio-elektron dan mikroskop elektron transmisi untuk menvisualisasikan molekul biologi beresolusi atom,dengan memanfaatkan larutan glukosa untuk mencegah pengeringan molekul , menggabungkan foto-foto yang diambil dari banyak sisi dengan elektron bertegangan rendah dengan dan matematika guna menciptakan foto 3 dimensi ,
peneliti menciptakan teknik memproses foto yang mampu memecah data mikroskop elektron transmisi dan membuat foto biomolekul seolah olah ada di dalam larutan,
namun teknik TEM tidak mampu dipakai untuk biomolekul yang dapat dilarutkan dalam air,
sedang membekukan obyek memicu formasi kristal es yang menganggu obyek ,
peneliti berusaha membekukan obyek dengan nitrogen cair dengan sangat cepat sehingga molekul air tidak sempat mengadopsi struktur normal,menghasilkan biomolekul beku alamiah,
