farmakognosi
FARMAKOGNOSI
berdasar tulisan lempeng tanah liat yang berasal dari 2500 tahun sebelum masehi, yang tersimpan di perpustakaan ashurbanipal di assiria, yang memuat simplisia antara lain minyak jarak,kulit delima, opium, adas manis, madu, ragi, menunjukan bahwa penggunaan tanaman obat sudah dilakukan orang
martiuss apoteker jerman penulis buku buku farmakognosi modern grundriss der pharmakognosie des planzenreisches bahwa martiuss berusaha membantu ilmuwan menggolong golongkan simplisia menurut segi morfologi, cara- cara untuk mengetahui kemurnian simplisia,
hippocrates orang yunani pada tahun 1446 sebelum masehi ternyata telah mengenal gom arab, bunga kantil ,kayu manis, hiosiamina, gentiana, kelembak,
linnaeus, ahli botani swedia pada tahun 1737 penulis buku buku genera plantarum yang sekarang dipakai sebagai pedoman utama dari sistematik botani,
namun farmakognosi baru mulai berkembang pesat sesudah pertengahan abad ke 19 dengan masih terbatas pada uraian makroskopis dan mikroskopis, sekarang berkembang menjadi isolasi, identifikasi , kromatografi untuk tujuan analisa kualitatif dan kuantitatif,
farmakognosi berasal dari dua kata yunani yaitu gnosis yang berarti ilmu dan pharmakon yang berarti obat jadi farmakognosi berarti pengetahuan tentang obat,farmakognosi sebagai bagian biofarmasi, biokimia dan kimia sintesa, praktikum farmakognosi meliputi segi pengamatan makroskopis, mikroskopis organoleptis ,identifikasi, sintesa ,isolasi dan pemurnian setiap zat yang terkandung dalam simplisia , contoh: chloramphenicol dapat dibuat secara sintesa total, yang sebelumnya hanya dapat dari cendawan streptomyces venezuela, farmakognosi termasuk simplisia yang tertera dalam farmakope, juga pemanfaatan alam nabati-hewani dan mineral dalam bidang farmasi dan kesehatan,simplisia harus diketahui dengan tepat nama latin tanaman atau hewan dari mana simplisia tersebut , misalnya: menurut farmakope bahwa untuk kulit kina harus diambil dari tanaman asal cinchona succirubra, sedangkan jenis kina terdapat banyak sekali, yang tidak mempunyai kadar kina yang tinggi. atas dasar pentingnya identitas botanizoologi maka nama-nama tanaman atau hewan dalam farmakope selalu disebut nama latin dan tidak dengan nama asal tanaman , karena satu nama daerah terdapat lebih dari satu macam tanaman maka nama daerah tidak mampu membantu ilmuwan memberikan kepastian identitas. maka dalam menetapkan identitas botani-zoologi secara tepat sebagai cara pertama sebelum melakukan kegiatan-dalam bidang farmakognosi, sebelum kimia organik dikenal, simplisia sebagai bahan utama yang harus tersedia di tempat meracik obat ,sehingga dengan cara tersebut farmakognosi dianggap sebagai bagian dari materia medika. simplisia diapotik kemudian terdesak oleh perkembangan galenika, sehingga persediaan simplisia di apotik digantikan dengan sediaan sediaan galenik yaitu, tingtur, ekstrak, anggur ,sesudah kimia organik berkembang, mengakibatkan terdesaknya kedudukan simplisia ,tetapi hal ini bukan berarti simplisia tidak diperlukan lagi, hanya tempatnya tergeser ke pabrik pabrik farmasi, tanpa adanya simplisia di apotik tidak akan terdapat sediaan-sediaan galenik, zat kimia murni maupun sediaan bentuk lainnya, misalnya: serbuk, tablet, ampul, contohnya: injeksi kinin antipirin, kinina antipirin dibuat secara sintetis namun dari sediaan itu hanya antipirin saja yang dibuat sintetis sedangkan kinina hanya dapat didapat bila ada kulit kina, mendapatkan kulit kina yang akan ditebang atau dikuliti adalah dari jenis cinchona yang dikehendaki. untuk memperoleh jenis cinchona yang dikehendaki tidak mungkin diambil dari jenis cinchona yang tumbuh liar, sehingga harus ada cara perkebunan yang terpelihara, farmakognosi berhubungan dengan biokimia, dalam pembuatan zat-zat sintetis seperti kortison, hidrokortison ,
sistematika tanaman yaitu ilmu tentang taksonomi tanaman obat,penentuan hubungan kekerabatan tumbuhan, deskripsi, identifikasi, tatanama, klasifikasi,
alam mengandung banyak bahan alam berupa tumbuhan, yang jika diadakan identifikasi dan menentukan sistimatikanya, maka didapat bahan alam berkhasiat obat. jika bahan alam yang berkhasiat obat ini dimanfaatkan maka akan didapat bahan obat yang siap pakai atau simplisia, ini berhubungan dengan farmakognosi,klasifikasi penempatan tanaman kedalam takson tertentu sesuai dengan sistem tata nama sistematika tumbuhan,yaitu :
kingdom
divisio
sub-divisio
class / klas
sub-class / sub-klass
ordo / bangsa
sub-ordo / sub-bangsa
familia / suku
genus / marga
species / jenis
misalnya :
psidium guajava l.
klasifikasi
kingdom: plantae (tanaman )
subkingdom: tracheobionta (tanaman berpembuluh)
super divisi: spermatophyta (menghasilkan biji)
divisi: magnoliophyta (tanaman berbunga)
kelas: magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
sub kelas: rosidae
ordo: myrtales
famili: myrtaceae (suku jambu-jambuan)
genus: psidium
spesies: psidium guajava l.
berdasar bentuknya simplisia dibagi menjadi
-simplisia extrak yaitu simplisia yang mengalami proses extraksi sehingga menjadi extrak cair atau padat. contoh jahe kapsul
-simplisia cair yaitu simplisia berupa cairan murni atau hasil pemurnian yang biasanya di lakukan melalu proses penyulingan. contoh minyak kayu putih
-simplisia utuh yaitu simplisia dari bahan bahan alami, hewani atau mineral yang digunakan sebagai bahan pembuatan obat yang tidak pernah dilakukan proses apapun contoh belerang endap ,biji kacang tanah , kuda laut,ubur ubur
-simplisia rajangana yaitu simplisia yang mengalami proses pemotongan sehingga menjadi bentuk yang lebih kecil. contoh serutan kayu manis,
-simpliasi serbuk yaitu simplisia yang telah mengalami proses penghalusan menjadi serbuk. contoh lada bubuk
PEMBUATAN SIMPLISIA
1.pengumpulan bahan baku
kadar senyawa aktif dalam suatu simplisia tergantung pada ,antaralain :
lingkungan tempat tumbuh.
waktu panen berkaitan dengan pembentukan senyawa aktif di dalam bagian tanaman , waktu panen yang tepat pada saat bagian tanaman mengandung senyawa aktif dalam jumlah banyak,
bagian tanaman yang digunakan.
umur tanaman yang digunakan.
waktu panen.
2. sortasi basah
sortasi basah untuk memisahkan kotoran-kotoran dari bahan , jika simplisia dari akar maka tanah, kerikil, rumput, batang, harus dibuang,
3.pencucian
pencucian dilakukan untuk menghilangkan tanah yang melekat pada bahan simplisia. pencucian tidak mampu membersihkan simplisia dari semua mikroba karena air pencucian yang digunakan mengandung mikroba. bakteri yang umum terdapat dalam air yaitu escherishia, pseudomonas, proteus, micrococcus, bacillus, streptococcus, enterobacter , pada simplisia akar, batang atau buah dapat dilakukan pengupasan kulit luarnya untuk mengurangi jumlah mikroba . bahan yang telah dikupas tersebut mungkin memerlukan pencucian ,
4.perajangan
perajangan bahan simplisia untuk mempermudah proses pengeringan, pengepakan dan penggilingan. tanaman yang baru diambil jangan langsung dirajang tetapi dijemur dalam keadaan utuh selama 1 hari. perajangan dapat dilakukan dengan pisau,
semakin tipis bahan yang akan dikeringkan, semakin cepat penguapan air, sehingga mempercepat waktu pengeringan. tetapi irisan yang terlalu tipis dapat menyebabkan berkurangnya zat berkhasiat yang mudah menguap. penjemuran sebelum perajangan diperlukan untuk mengurangi pewarnaan akibat reaksi antara bahan dan logam pisau,
5.pengeringan
tujuan pengeringan untuk mendapatkan simplisia yang tidak mudah rusak, sehingga dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama. dengan mengurangi kadar air dan menghentikan reaksi enzimatik akan dicegah penurunan mutu atau perusakan simplisia. air yang masih tersisa dalam simplisia pada kadar tertentu dapat merupakan media pertumbuhan kapang dan jasad renik lainnya.enzim tertentu dalam sel, masih dapat bekerja, menguraikan senyawa aktif sesaat setelah sel mati dan selama bahan simplisia tersebut masih mengandung kadar air tertentu.
pada tumbuhan yang masih hidup pertumbuhan kapang dan reaksi enzimatik yang merusak itu tidak terjadi karena adanya keseimbangan antara proses-proses metabolisme, yakni proses sintesis, transformasi dan penggunaan isi sel. keseimbangan ini hilang segera setelah sel tumbuhan mati. sebelum tahun 1950, sebelum bahan dikeringkan, terhadap bahan simplisia tersebut lebih dahulu dilakukan proses stabilisasi yaitu proses untuk menghentikan reaksi enzimatik. dengan merendam bahan simplisia dengan etanol 70% atau dengan mengaliri uap panas. reaksi enzimatik tidak berlangsung bila kadar air dalam simplisia kurang dari 10%.
pada pengeringan bahan simplisia dengan sinar matahari tidak disarankan menggunakan alat dari plastik. cara pengeringan yang salah mengakibatkan bagian luar bahan sudah kering sedangkan bagian dalamnya masih basah. hal ini dapat disebabkan oleh irisan bahan simplisia yang terlalu tebal, suhu pengeringan yang terlalu tinggi, atau oleh suatu keadaan lain yang menyebabkan penguapan air permukaan bahan jauh lebih cepat daripada difusi air dari dalam ke permukaan tersebut,
bahan simplisia dikeringkan pada suhu tidak melebihi 60°c. bahan simplisia yang mengandung senyawa aktif yang tidak tahan panas atau mudah menguap harus dikeringkan pada suhu serendah mungkin, misalnya 30 c, atau dengan cara pengeringan vakum yaitu dengan mengurangi tekanan udara di dalam ruang atau lemari pengeringan, tekanan kira-kira 5 mm hg.
f’idc (food technology development center ipb) merancang suatu alat pengering dengan menggunakan sinar matahari, sinar matahari tersebut ditampung pada permukaan yang gelap dengan sudut kemiringan tertentu. panas ini kemudian dialirkan keatas rak-rak pengering yang diberi atap tembus cahaya di atasnya sehingga rnencegah bahan menjadi basah jika tiba-tiba turun hujan. prinsip pengeringan buatan yaitu udara dipanaskan oleh suatu sumber panas seperti lampu, kompor, mesin disel atau listrik, udara panas dialirkan dengan kipas ke dalam ruangan yang berisi bahan yang akan dikeringkan ,
daya tahan suatu simplisia selama penyimpanan sangat tergantung pada jenis simplisia, kadar airnya dan cara penyimpanannya. beberapa simplisia yang dapat tahan lama dalam penyimpanan bila kadar airnya diturunkan
6.sortasi kering
sortasi setelah pengeringan merupakan tahap akhir pembuatan simplisia, tujuan sortasi untuk memisahkan benda-benda asing seperti bagian-bagian tanaman yang tidak diinginkan ,proses ini dilakukan sebelum sirnplisia dibungkus untuk kernudian disimpan.
simplisia nabati atau simplisia hewani harus dihindarkan dari serangga atau cemaran atau mikroba dengan penambahan kloroform, ccl4, eter ,
suhu kamar : suhu pada ruang kerja. suhu kamar terkendali adalah suhu yang di atur antara 15°c dan 30°c.
hangat : hangat adalah suhu antara 30°c dan 40°c.
panas berlebih : panas berlebih adalah suhu di atas 40°c.
dingin : suhu tidak lebih dari 8°c, lemari pendingin mempunyai suhu antara 2°c– 8°c, sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu antara -20°c dan -10°c.
sejuk : suhu antara 8°c dan 15 °c. kecuali dinyatakan lain, bahan yang harus di simpan pada suhu sejuk dapat disimpan pada lemari pendingin.
pemalsuan dilakukan secara sengaja, sedangkan penurunan mutu dilakukan secara tidak sengaja.
simplisia dinyatakan tercampur jika secara tidak sengaja terdapat bersama-sama bahan-bahan atau bagian tanaman lain, misalnya kuncup mawar tercampur dengan tangkai mawar , daun tercampur dengan tangkai daun.
simplisia dianggap bermutu rendah bila tidak memenuhi persyaratan kadarnya. mutu rendah ini dapat disebabkan oleh penyulingan,tanaman asal, cara panen dan pengeringan yang salah, disimpan terlalu lama, kena pengaruh kelembaban, panas ,
semua simplisia yang termasuk daftar obat keras kecuali yang termasuk daftar narkotika, diberi tanda tengkorak
semua simplisia yang termasuk daftar narkotika, diberi tanda palang medali berwarna merah di atas putih
persyaratan yang membedakan strukrur mikroskopik serbuk yang berasal dari simplisia nabati atau simplisia hewani dapat tercakup dalam masing–masing monografi, sebagai petunjuk identitas, mutu kemurniannya,
simplisia nabati dan simplisia hewani tidak boleh mengandung organisme patogen, dan harus bebas dari cemaran mikro organisme, simplisia tidak boleh menyimpang bau dan warna, tidak boleh mengandung lendir, atau menunjukan adanya kerusakan. sebelum diserbukkan simplisia nabati harus dibebaskan dari pasir, debu, atau pengotoran lain
BUDIDAYA TANAMAN OBAT
budidaya tanaman obat yaitu suatu cara pengelolaan sehingga suatu tanaman obat dapat mendatangkan hasil tinggi dan bermutu baik.
diusahakan di tanah kering. pengolahan tanah bertujuan menyiapkan tempat atau media tumbuh bagi pertumbuhan tanaman. pada kesuburan fisik dan kesuburan kimiawi. kedua macam kesuburan harus dipenuhi untuk jenis tanaman yang diusahakan, kesuburan fisik yaitu struktur tanah yang menggambarkan susunan butiran tanah, udara, dan air, sehingga dapat menjamin aktivitas akar dalam mengambil zat-zat yang diperlukan tanaman.
kesuburan kimiawi yaitu kemampuan tanah menyediakan kebutuhan nutrisi tanaman.
pengolahan tanah termasuk menghilangkan gulma yang merupakan saingan tanaman, menimbun dan meratakan bahan organik yang penting bagi tanaman serta pertumbuhannya, saluran drainase untuk mencegah terjadinya kelebihan air ,
bagi tanaman obat bentuk umbi (tuber) dikehendaki pengolahan tanah cukup dalam (25 – 40 cm), struktur gembur ,
menghindari tercampurnya bahan induk yang belum melapuk dalam daerah pekarangan tanaman.maka perlu adanya waktu untuk memberi kesempatan terjadinya proses pelapukan, antara lain proses oksidasi, sehingga akan terbentuk lapisan tanah yang menjamin pertumbuhan akar. pada waktu membuat lubang tanah (sedalam 40x 60) bagi tanaman obat berbentuk pohon,
pembuatan teras – teras jika tanah terlalu miring,agar erosi dapat diperkecil,
pengolahan tanah intensif, diusahakan bebas gulma pada awal pertumbuhan, yaitu untuk tanaman obat berhabitur perdu ,
pembuatan saluran drainase yang baik, terutama bagi tanaman yang tidak toleran terhadap genangan air .
dalam penanaman aada dua cara yaitu penanaman bahan tanaman (benih atau stek ) secara langsung pada lahan dan disemaikan dahulu baru kemudian diadakan pemindahan tanaman ke lahan yang telah disediakan atau disiapkan. umumnya persemaian diadakan terutama bagi tanaman yang pada waktu masih kecil memerlukan pemeliharaan intensif. persemaian diperlukan jika benih terlalu kecil ,
tujuan persemaian agar dapat menghemat waktu musim tanam tiba pada awal musim hujan., sehingga pada saat musim tiba tanaman telah mengawali tumbuh lebih dahulu. rimpang ditunaskan lebih dahulu pada persemaian yang lembab dan agak gelap, baru kemudian belahan rimpang dengan tunasnya ditanam di lahan,
pada umumnya penanaman pada lahan kering tanpa irigasi dan cuaca cukup panas maka penanaman dilakukan pada awal musim hujan,
penanaman dengan jarak atau baris teratur akan lebih baik dipandang dari segi fisiologi tanaman pemeliharaan dan estetika.
penanaman secara tunggal (monokultur) terutama bagi tanaman yang tidak tahan cahaya matahari,
penanaman ganda dapat dilakukan pada tanaman yang memerlukan naungan ataupun untuk pertumbuhannya dapat beradaptasi terhadap sinar matahari tidak langsung, tanaman yang dapat saling bertoleransi terhadap persaingan karena dapat memenuhi beberapa tujuan antara lain: memperluas areal tanam pada satu tempat dan waktu bersamaan ditanam lebih dari satu macam tanaman ,
populasi tanaman dipengaruhi oleh terjadinya persaingan antara tanaman dan kesuburan tanah,
gulma, hama penyakit harus ditekan ,kekurangan air, tingginya suhu, kesuburan tanah, hendaknya diperkecil pengaruhnya. perlu dilakukan pemupukan nitrogen
bibit yang mudah layu, perlu adanya penyesuaian waktu tanamnya sehingga tidak mendapat sinar matahari berlebihan, penanaman dilakukan pada sore hari dan diberi naungan sementara,
penyiangan yang intensif guna menekan populasi gulma ,
penimbunan dan penggemburan dilakukan agar memperbaiki sifat tanah tempat tumbuh,
perbaikan saluran drainase untuk mencegah terjadinya genangan atau kelebihan air ,
untuk mengurangi evaporasi (penguapan) air tanah, sehingga kelembaban tanah dapat tetap sesuai, dilakukan pemberian mulsa jerami dapat menaikkan hasil panen,
pemangkasan bunga, yang berarti mencegah perubahan fase vegetatif ke generatif yang banyak memerlukan energi, sehingga kandungan bahan berkhasiat sebagai sumber energi tidak berkurang,
pemangkasan pucuk batang akan menstimulir percabangan, sehingga dapat menambah jumlah daun yang tumbuh serta kandungan alkaloida dalam akar bertambah,
pemupukan nitrogen dapat meningkatkan kandungan alkaloida dalam akar ,
penentuan saat panen selalu diingat akan kwantitas dan kwalitas simplisia. hal ini mengingat jumlah zat berkhasiat dalam tanaman tidak selalu konstan sepanjang tahun atau selama tanaman siklus hidupnya, tetapi selalu berubah dipengaruhi oleh perubahan lingkungan. misalnya tanaman kelembak (rheum officinale) tidak mengandung derivat antrakinon dalam musim dingin, melainkan antranol, yang dirubah menjadi antrakinon pada musim panas.
beberapa istilah dari anatomi tumbuhan yang mengandung zat berkasiat.
kormus (tubuh tanaman) umumnya dapat dibagi menjadi 3 bagian yaitu:
folium (daun).radix (akar),caulis (batang)
pada tanaman bisa ditemukan:
herba (bagian tanaman lunak di atas tanah),pulpa (daging buah),
kayu (lignum).gema (kuncup),flos (bunga),fructus (buah),
semen (biji),tubera (umbi),rhizoma (akar tinggal),bulbus (umbi lapis).
cortex (kulit bagian batang atau buah atau buah yang dapat dikelupas),
Tanaman memiliki bebeapa zat berkhasiat , antara lain:
Saponin
saponin yaitu jenis glikosida yang terdapat dalam tanaman . saponin memiliki karakteristik berupa buih. sehingga saat direaksikan dengan air dan dikocok maka akan terbentuk buih yang dapat bertahan lama. saponin mudah larut dalam air dan tidak larut dalam eter. saponin mempunyai rasa pahit memicu bersin . saponin merupakan racun yang dapat menghancurkan butir darah atau hemolisis pada darah. saponin bersifat racun bagi hewan berdarah dingin dan banyak diantaranya digunakan sebagai racun ikan. saponin yang bersifat keras dinamakan sapotoksin.
Saponin dibagi 2 yaitu : saponin triterpenoid dan saponin steroid ,
Saponin triterpenoid terdiri atas inti triterpenoid dengan molekul karbohidrat, Dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang dinamakan sapogenin. Ini merupakan suatu senyawa yang mudah dikristalkan melalui asetilasi sehingga dapat dimurnikan. Tipe saponin ini adalah turunan amyirine. Contoh senyawa triterpen steroid adalah: Cyclamin (Cyclamen persicum),Asiaticoside (Centella asiatica), Bacoside (Bacopa monneira),
saponin steroid tersusun atas inti steroid (C 27) dengan molekul karbohidrat, steroid saponin dihidrolisis menghasilkan suatu aglikon yang dinamakan saraponin. saponin ini ber efek anti jamur. pada hewan terjadi penghambatan aktifitas otot polos. saponin steroid diekskresikan sesudah konjugasi dengan asam glukoronida dan dipakai sebagai bahan baku pada proses biosintesis dari obat kortikosteroid,contoh senyawa saponin steroid yaitu disogenin (dioscorea floribunda dan trigonella foenum graceum), asparagosides (asparagus officinalis), avenocosides (avena sativa),
Asam silikat
asam silikat yaitu istilah umum untuk N-atau O-menggantikan neuraminic turunan asam, monosakarida dengan tulang punggung 9-karbon. yang juga merupakan nama untuk anggota grup ini, Asam N-acetylneuraminic (Neu5Ac atau NANA). Asam Silikat disalurkan dalam jaringan hewan dan jumlah yang lebih sedikit pada spesies lain mulai dari tanaman untuk ragi dan bakteri, terutama di gangliosides dan glikoprotein , Gugus amino beruang baik glycolyl sebuah asetil atau kelompok tapi modifikasi lain telah dideskripsikan. Substituen hidroksil dapat sangat bervariasi: asetil, lactyl, metil, sulfat, dan gugus fosfat ,
Kafein Coffein
Coffein yaitu alkaloid pahit, putih xantina kristal sebagai obat stimulan psikoaktif. Kafeina ditemukan oleh seorang kimiawan Jerman, Friedrich Ferdinand Runge pada tahun 1819.
Kafeina ada pada kacang, daun dan buah dari beberapa tanaman, di mana ia bertindak sebagai alam pestisida yang melumpuhkan dan mematikan serangga tertentu yang memakan tanaman,pada manusia, kafein adalah stimulan sistem saraf pusat (SSP), memiliki efek sementara anti mengantuk , Minuman yang mengandung kafeina, seperti kopi, teh, Kafein memiliki sifat diuretic, ketika diberikan dalam dosis yang cukup
Kalium
kalium ditemukan sebagai senyawa dengan unsur lain dalam air laut atau mineral lainnya. Kalium teroksidasi dengan sangat cepat dengan udara, sangat reaktif terutama dalam air, dan secara kimiawi memiliki sifat yang mirip dengan natrium, kalium atau potassium, Kalium suatu unsur kimia dalam tabel periodik yang memiliki lambang K dan nomor atom 19. Kalium berbentuk logam lunak berwarna putih keperakan dan termasuk golongan alkali tanah.
Damar
Damar yaitu hasil sekresi (getah) dari pohon Shorea sp.,Vatica sp., Dryobalanops sp., dari suku meranti-merantian atau Dipterocarpaceae Damar dimanfaatkan dalam pembuatan korek api , plastik, plester, vernis,
Flavonoid ( bioflavonoids)
Flavonoid nama lain Vitamin P dan citrin, yaitu sebuah kelas tanaman metabolit sekunder. yang diklasifikasikan ke dalam:
'neoflavonoids', berasal dari 4-phenylcoumarine (4-fenil-1,2-benzopyrone) struktur.
'flavonoid', berasal dari 2-phenylchromen-4-one (2-fenil-1,4-benzopyrone) struktur (contoh: quercetin, rutin).
'isoflavonoids', berasal dari 3-phenylchromen-4-satu struktur (3-fenil-1,4-benzopyrone)
Tiga kelas flavonoid anti radang terpenting di atas adalah semua senyawa yang mengandung keton,
Flavonoid terdapat pada tanaman , Flavonoid adalah pigmen tumbuhan yang paling penting untuk warna bunga yang memproduksi pigmentasi kuning atau merah/biru di kelopak yang dirancang untuk menarik pollinator hewan
Flavonoid dikeluarkan oleh akar tanaman bantuan 'Rhizobia'
