kanker kolorektal
METFORMIN PADA KANKER KOLOREKTAL
kanker kolorektal merupakan keganasan urutan ketiga terbanyak di dunia, terbanyak pada pasien laki laki kemudian pada pasien wanita, diabetes
melitus meningkatkan risiko kanker kolorektal , pengobatan metformin pada penderita diabetes menurunkan risiko terjadinya kanker , metformin
menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel kanker melalui mekanisme yang mempengaruhi jalur AMPK/mTOR, skrining dan surveillance diterapkan sebagai prosedur standar di klinik untuk dasar deteksi dini kanker kolorektal, namun pelaksanaan prosedur ini masih rendah dan kanker kolorektal masih merupakan penyakit mematikan , pola gaya makan dan gaya hidup merupakan faktor risiko pemicu kanker kolorektal,
disarankan untuk menghindari memasak daging dengan suhu tinggi , disarankan untuk melakukan pembatasan mengkonsumsi daging yang dimasak maupun mengkonsumsi daging merah, disarankan diganti dengan
ikan sebagai pilihan lain sumber protein dan menghindari memasak daging dengan suhu tinggi , merupakan cara untuk menurunkan risiko kanker kolorektal, diabetes melitus berhubungan dengan terjadinya kanker,
khususnya kanker gastrointestinal, diabetes berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal ,sesudah meneliti grade kanker,morfologi, jenis kelamin, usia, stadium, lokasi, jenis pengobatan maka diabetes berhubungan dengan meningkatnya mortalitas kanker kolorektal (HR 1,41, CI 95% 1,18 sampai 1,70) diabetes memicu kanker kolorektal , namun hal ini tidak dipengaruhi oleh pola gaya hidup , pola gaya makan ,jenis kelamin, Body Mass Index (BMI), riwayat kanker kolorektal pada keluarga, merokok, hubungan antara kanker kolorektal dan diabetes, terutama diabetes tipe 2 karena kedua penyakit itu memiliki beberapa faktor risiko yang sama,
faktor risiko itu diantaranya alkohol ,merokok , proses penuaan, jenis kelamin, obesitas, inaktifitas fisik, diet,
pada diabetes tipe 2 kebal dari insulin dan hiperinsulinemia, baik hiperinsulinemia endogen yang terkait dengan kebal dari insulin maupun hiperinsulinemia eksogen yang diinduksi oleh pemberian pengobatan insulin mungkin merupakan faktor risiko yang menyebabkan berkembangnya kanker,
stres oksidatif yang terkait hiperglikemia, akumulasi produk akhir glikasi dan inflamasi yang terjadi pada penderita diabetes dapat meningkatkan risiko transformasi sel ke arah keganasan,
pengobatan metformin pada penderita diabetes terkait dengan penghambatan pertumbuhan dan reduksi insiden .kanker dan proliferasi sel kanker dibandingkan dengan pasien yang mendapatkan obat hipoglikemik lain selain metformin,
metformin merupakan obat satu satunya pada beberapa konsensus karena efikasinya mirip obat antihiperglikemik yang lain dan memiliki keamanan, sehingga dapat diberikan pada semua jenis pasien pengidap diabetes,
metformin memiliki efek kardioprotektif terutama pada pasien diabetes tipe 2 dengan obesitas, metformin dapat mengatasi fenomena kebalnya insulin, aman jika dicampurkan dengan obat antidiabetik dari golongan yang lain dan memperbaiki kendali glikemik , menunjukkan bahwa diabetes berhubungan dengan meningkatnya risiko kanker kolorektal , hubungan diabetes dengan peningkatan risiko kanker kolorektal sangat besar , ini terjadi secara konsisten pada pasien laki laki maupun pasien wanita ,
hubungan antara metformin dengan penurunan mortalitas kanker kolorektal
stadium i–iv pada pasien diabetes baik mortalitas menonjol maupun mortalitas umum ,
metformin khususnya pada kanker kolorektal yaitu melalui aktivasi AMPK (5’ adenosine monophosphate-activated protein kinase) inhibisi mammalian target of rapamycin (mTOR), penurunan insulin dan insulin‑like growth factor, pengurangan cyclin D1, β‑catenin maupun c-myc yang berperan pada proliferasi sel kankel kolorektal dan kemampuannya dalam menghambat migrasi sel kanker, Kemampuan antikanker metformin pada kanker kolorektal terutama melalui pengaruhya pada jalur AMPK/mTOR, metformin menurunkan mortalitas menonjol terkait kanker kolorektal pada diabetes , metformin mengurangi mortalitas umum kanker kolorektal pada diabetes ,
metastasis jauh pada pasien kanker kolorektal dengan diabetes melitus tipe 2 lebih rendah pada pasien yang mendapat pengobatan metformin dibandingkan dengan pasien yang tidak mendapat pengobatan metformin,
proporsi pasien dengan adenokarsinoma yang berdiferensiasi buruk lebih pada pasien yang mendapatkan pengobatan metformin dibandingkan
dengan pasien tidak dengan pengobatan metformin,
dengan memperhitungkan usia , jenis kelamin, stadium kanker, Body Mass Index (BMI), lamanya mengidap diabetes, status merokok, kadar HbA1c,
penggunaan thiazolidinedione ,aspirin, insulin, sulfonylurea saat terdiagnosa maka
pengobatan metformin pada pasien kanker kolorektal stadium I–IV
dengan diabetes selama minimal 6 bulan, menurunkan mortalitas yang terkait
dengan kanker kolorektal , bahwa pengobatan metformin merupakan independent predictive factor terhadap survival rate yang menonjol
terkait dengan kanker kolorektal.
pengobatan metformin pada pasien kanker kolorektal stadium I–IV dengan diabetes berhubungan dengan penurunan risiko mortalitas , pengobatan metformin pada pasien kanker kolorektal stadium I–III dengan diabetes menurunkan mortalitas terkait dengan kanker kolorektal dibandingkan dengan pasien tanpa pemberian metformin, masih belum diketahui pada stadium berapa dan berapa lama durasi pemakaian metformin yang secara efektif memengaruhi pertumbuhan tumor, ini didasarkan pada metformin diduga mampu memengaruhi progesivitas jaringan normal untuk berkembang menjadi
adenoma maupun kanker pada semua stadium mulai dari stadium pertama sampai dengan stadium lanjut,
sesudah memperhitungkan modalitas pengobatan seperti aspirin, insulin dan thiazolinedinedione,interval dari waktu follow-up pertama kali, baseline jumlah adenoma kolorektal, interval ditemukannya adenoma dari waktu kolonoskopi pertama kali, usia saat terdiagnosis, jenis kelamin, stadium kanker, BMI, riwayat kanker kolorektal pada keluarga, lamanya follow-up, jumlah total pemeriksaan kolonoskopi per pasien maka
pemberian metformin selama minimal 6 bulan dapat menurunkan risiko adenoma kolorektal stadium lanjut pada pasien diabetes tanpa riwayat kanker kolorektal sebelumnya.
terjadinya adenoma stadium lanjut pada pasien dengan metformin sebesar
1 banding 100 pasien , sedangkan pada pasien tanpa metmorfin sebesar 5
dari 90 pasien,
bahwa pengurangan ACF diakibatkan oleh metformin,
tanpa ada pengaruh dari kebalnya insulin maupun hiperlipidemia,
Pemberian metformin pada pasien bukan-diabetes ini tidak
mengakibatkan penurunan glukosa darah,kadar kolesterol kadar trigliserid plasma atau memengaruhi kebalnya insulin,
hiperinsulinemia, stres oksidatif ,kebal dari insulin, dan proinflamasi merupakan kaitan antara diabetes melitus dengan peningkatan
risiko beberapa kanker, termasuk kanker kolorektal,
TNF-α merupakan sitokin proinflamasi yang terkait dengan perkembangan dan progresi beberapa tumor,
ketidaknormalan metabolisme pada diabetes tipe 2 mengakibatkan kondisi
proinflamasi seperti peningkatan sitokin , proinflamasi seperti tumor necrosis factor-α (TNF-α) dan interleukin 6 dan peningkatan stres oksidatif.
Insulin dapat memicu tumorigenesis secara tidak langsung melalui
pengaruhnya terhadap modulator lain, seperti adiponektin dan hormon seks ,
maupun secara langsung dengan cara memengaruhi jaringan epitel melalui interaksinya pada insulin-like growth factor atau reseptor insulin ,
Insulin mendorong proliferasi dan aktivasi berbagai jalur sinyal di kadar seluler sesudah reseptor insulin maupun IGF-1R berinteraksi dengan ligandnya,
Sebagian besar sel kanker menunjukkan reseptor insulin dan insulin-like growth factor receptor I (IGF-1R) pada permukaannya,
pengobatan metformin dapat menurunkan kadar insulin di sirkulasi
melalui mekanisme aktivasi AMPK (5’ adenosine monophosphate‑activated protein kinase), suatu sensor energi yang berperan pada regulasi metabolisme sel, yang akan menghambat glukoneogenesis di liver, Aktivasi AMPK itu ditentukan oleh rasio AMP/ATP di kadar seluler, pengobatan metformin menurunkan kadar insulin atau insulin-like growth factor di sirkulasi, sehingga menurunkan risiko munculnya kanker,
Metformin mengakibatkan gangguan pada rantai respirasi komplek 1 di mitokondria yang akan memicu aktivasi AMPK dan meningkatkan rasio AMP/ATP . Aktivasi AMPK ini selanjutnya akan mengaktifkan jalur katabolik yang kemudian menghasilkan ATP (seperti glikolisis dan β-oksidasi asam lemak ) dan mengurangi konsumsi ATP melalui penghambatan glukoneogenesis,
biosintesis kolesterol,sintesis protein dan sintesis asam lemak ,
kebal dari insulin dan hiperinsulinemia merupakan faktor yang terkait dengan meningkatnya risiko munculnya kanker kolorektal, metformin memperbaiki sensitivitas insulin di jaringan perifer sehingga akan menurunkan hiperinsulinemia, Penghambatan glukoneogenesis oleh AMPK yang teraktivasi
ini mengurangi pengeluaran glukosa dari liver dan menurunkan glukosa di sirkulasi, ini mengakibatkan terjadinya penurunan insulin di sirkulasi,
metformin mampu mengurangi proliferasi, menghambat pertumbuhan beberapa tumor ,memicu apoptosis, mengakibatkan berhentinya siklus sel ,
penelitian in vitro menunjukkan bahwa metformin mampu menghambat proliferasi sel kanker kolorektal,
metformin mampu menghambat onset pertumbuhan tumor pada tikus model kanker kolorektal dengan mutasi p53, pemberian metformin pada dua jenis hewan model dengan abberant crypt foci (ACF) kolorektal mampu
mengurangi proliferasi sel epitelial kolon melalui mekanisme inhibisi jalur
mammalian target of rapamycin (mTOR),
Metformin mampu menghambat mTOR melalui regulasi beberapa jalur, Rendahnya energi sebagai akibat pengobatan metformin pada kanker akan mengaktivasi AMPK yang akan menghambat pertumbuhan dan proliferasi sel.
ini terjadi karena aktivasi AMPK akan mengaktivasi gen penekan tumor sehingga menghambat mTOR, yang merupakan regulator proliferasi sel dan juga memicu apoptosis,
metformin mampu menghambat proliferasi cell line SW480 (sel kanker kolorektal) yang sebanding dengan peningkatan dosis dan lama waktu pemberian. Efek penghambatan proliferasi cell line SW480 ini terkait
dengan penghambatan aktivitas telomerase dan pengurangan ekspresi cyclin D1 oleh metformin,Cyclin D1 merupakan protein regulator yang diperlukan untuk progresi dan transisi siklus sel dari tahap G1/S masuk ke dalam tahap S (sintesis),
dalam rangka untuk menemukan cara pengobatan baru dalam melawan kanker kolorektal metastatik maka dilakukan penelitian untuk menilai
efektivitas campuran metformin dengan kemoterapi standar untuk kanker kolorektal, yaitu Oxaliplatin (Fu-Ox) dan Fluorouracil ,
Hasil penelitian secara in vitro menunjukkan bahwa campuran Fu-Ox dan Metformin mampu menghambat pertumbuhan HT-29 (cell lines kanker kolorektal yang kemoresisten) dan cell lines HCT-16 ,
Efek campuran Fu-Ox dan metformin dalam menghambat pertumbuhan kanker juga dapat ditunjukkan pada penelitian secara in vivo, campuran
pengobatan itu mampu memperkecil jumlah kanker pada mencit xenogratf
yang diinduksi oleh HT-29 dan cell lines HCT-16 , Mekanisme pertumbuhan sel kanker kolorektal dan hambatan proliferasi oleh campuran Fu-Ox dan metformin melalui mekanisme pengurangan ekspresi c-myc dan β-catenin
pada sel kanker kolorektal kemoresisten (HCT-16) , Jalur Wnt‑β‑catenin
ini sebelumnya merupakan jalur yang berperan penting pada regulasi
proriferasi dari sel kanker kolorektal, campuran Fu-Ox dan metformin juga
mampu menghambat migrasi sel kanker kolorektal, sehingga menjanjikan untuk dikembangkan sebagai cara pengobatan dalam menghambat metastasis kanker kolorektal,
Penghambatan migrasi sel kanker ini diperantarai melalui pengurangan miRNA 21, bahwa miRNA 21 meregulasi pertumbuhan, invasi,
migrasi dan apoptosis sel kanker, ekspresi miRNA 21 mengalami peningkatan pada kanker kolorektal. Berdasarkan ini, campuran metformin dan Fu-Ox mampu menghambat migrasi kanker kolorektal, salah satunya melalui pengurangan ekspresi miRNA,
FOTO Mekanisme Stimulasi Proliferasi dan Aktivasi Jalur Sinyal di kadar Seluler oleh
Insulin
Gambar disitasi dari Vallianou, et al. Metformin and cancer. Rev Diabet Stud. 2013;10:228–35)
IGF-1R: Insulin-like growth factor receptor 1 (Reseptor faktor pertumbuhan yang mirip reseptor insulin)
P13K: Phosphoinositol-3-kinase pathway (Jalur kinase fosfoinositol 3)
MAPK: Mitogen-activated-protein-kinase (Protein kinase pengaktivasi pembelahan sel)
Keterangan: Insulin berikatan dengan reseptor insulin maupun reseptor faktor pertumbuhan yang mirip reseptor insulin. Ikatan ini mengaktivasi jalur kinase fosfoinositol 3 yang memicu jalur metabolik insulin maupun aktivasi MAPK yang akan memicu pertumbuhan dan proliferasi sel,
FOTO Mekanisme Penghambatan Karsinogenesis oleh Metformin
Gambar disitasi dari Park. Metformin and cancer in type 2 diabetes. Diabetes Metab J. 2013;37:113–6)
IGF-1R: Insulin-like growth factor receptor 1 (Reseptor faktor pertumbuhan yang mirip reseptor insulin)
P13K: Phosphoinositol-3-kinase pathway (Jalur kinase fosfoinositol 3)
AMPK: Adonosine Monophosphat Activated Protein Kinases (Protein Kinase Pengaktivasi AMP)
mTOR: mammalian Target of Rapamycin
Keterangan: Metformin melalui aktivasi AMPK menghambat glukoneogenesis di liver dan mendorong
uptake glukosa di jaringan perifer melalui peningkatan kepekaan insulin. ini akan menurunkan insulin di sirkulasi dan mengurangi ikatan insulin dengan reseptor insulin maupun IGF-1R yang akan menghambat aktivasi transduksi sinyal pada sel kanker. Proses ini selanjutnya akan mengurangi
pertumbuhan dan proliferasis sel kanker,
